Thursday, February 19, 2015

Aku Pulang dengan Dia

Dedaunan gantung di ranting
Kembang menunggu masa
Angin tertiup meliuk samping
Menyentuh telinga terasa

Pejamkan mata, nafas ini sudah lama
Senyum menyungging mesra
Lepaskan yang lalu dan dilema
Di sudut itu dia sangat kentara

Sudah sekian kali aku mencuri waktu
Sekejap lewat di bola matanya
Aku memang semau itu
Mengharap dia diam tak beranjak
Aku memang sesuka itu
Menyelinap di setiap sajak

Hari itu waktuku habis
Tapi tidak sesia-sia orang bilang
Dan hari itu aku pulang seorang diri
Tapi tidak sesepi orang bilang

Sore-sore dingin yang hari ini tidak aku benci,
aku mau memberitahu,
Hari ini dia seperti biasa
Masih cuek lengkap dalam ekspresi
Aku juga masih sulit menemukannya
Padahal setiap menit aku siap dihadirkan sosoknya

Ah, sepertinya dia bebal
Ramai memenuhi otak nih..
Kapan lagi bertemu?
Kapan lagi berpapasan?
Kapan lagi melihat wajah cueknya?
Kapan lagi mencuri pandang dari seberang?

Memang, buat aku
pulang sendiri tidak sesepi itu kok..





No comments:

Post a Comment